Sudah Saatnya Pasien Autoimun Dicover BPJS

Sejumlah peserta kegiatan sosialisasi autoimun menerima piagam penghargaan, Minggu (21/7/2019). Foto: Abah Dolken

Bandung, e-media – Menyikapi banyak kasus pengidap autoimun di Indonesia, Firda Athira Foundation mendorong pemerintah untuk lebih memperhatikan dan memasukkan penyakit autoimun yang dicover BPJS.

Ditemui di salah satu rumah makan di Bandung dalam kegiatan sosialisasi autoimun, Minggu (21/7/2019), Direktur Firda Athira Foundation, Firda Athira Azis, mengatakan meski kasusnya banyak terjadi dan dialami warga Indonesia, pengidap autoimun belum banyak disosialisasikan dan diperhatikan oleh pemerintah.

Hal itu menurut Firda, membuat pengidap autoimun tidak dapat di cover oleh BPJS. Padahal untuk pengobatan penyakit ini, membutuhkan biaya yang cukup besar.

“Kita apalagi kaum muda, kaum langgas atau kaum millenial harus peduli dan andil dalam memerangi autoimun ini. Kita juga ini mendorong untuk pemerintah turut andil menangani autoimun. Autoimun sampai sekarang belum dapat dicover sama BPJS, padahal untuk tesnya saja mencapai 1,9 juta belum lagi nanti penanganan,” kata Firda.

Sementara itu, penggagas kegiatan sosialisasi autoimun, Dwi Prihandini yang juga merupakan pendiri dan Direktur Clerry Cleffy Institute mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk kepeduliannya terhadap para pengidap autoimun.

“Mereka kaum milenial pada 2020 sampai dengan 2030 mendatang akan terkena dampak dari demografi, yang berimbas pada bertambahnya jumlah pengidap autoimun. Untuk itu sosialisasi ini perlu dilakukan sebagai langkah dari pencegahan,” katanya.

Bandung merupakan tempat kedua diadakan sosialisasi ini, setelah Bali. Kedepannya sosiali akan terus dilakukandi seluruh provinsi kota dan kabupaten yang ada di Indonesia.

Sebagai bentuk kepeduliannya, selain memberikan sosialisasi kegiatan ini juga memberikan pelatihan dan pemberian modal terhadap orang-orang yang mengidap autoimun.

“Kita berikan pelatihan dan modal, supaya mereka bisa bangkit dan berdaya. Dan pastinya juga agar mereka tidak merasa sendiri untuk melawan autoimun ini,” ucap Dwi yang juga merupakan pendiri Firda Athira Foundation. (Abah Dolken/e-media)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *