Sindikat Upal di Priangan Timur Dibekuk Polisi

Kawanan pengedar uang palsu di wilayah Priangan Timur di ringkus jajaran Sat Reskrim Polres Tasikmalaya. Selain enam tersangka, polisi pun menyita uang palsu pecahan Rp. 50.000 sebanyak Rp.33.300.000, perangkat komputer, tinta, kertas hvs, 1 rol pita warna ungu, mesin laminating, kaca pembesar, 1 buah motor dan 1 buah mobil jenis Avanza.

Menurut Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya AKP Pandu Winata, Jumat (26/2/2016), pelaku pertama yang di bekuk jajarannya tersebut adalah MM (53) yang tertangkap tengah memasarkan uang tersebut di kawasan pasar tradisional Singaparna dengan modus membelanjakan uang palsu tersebut. Dia (pelaku, red) membelanjakan uang pecahan 50 ribu. Namun tidak seluruhnya di belanjakan, tetapi yang diambul adalah uang kembali dari pedagang.

Dikatakan Pandu, setelah berhasil mengamankan pelaku MS, pihaknya mengembangkan penyelidikan dan dimankan 5 orang teman-teman sindikat tersebut diantaranya satu perempuan berinisial NA. pelaku lainnya yang berperan sebagai pembuat upal tersebut diantaranya MA, AS, EA dan RF. Mereka ditangkap di lokasi yang berbeda tengah merancang dan mendesain uang palsu.

“Berawal dari kecurigaan korban seorang pedagang ayam potong di pasar Singaparna yang mencurigai pelaku MM membeli 1/4 ayam potong dengan uang pecahan RP 50.000. Kami kembangkan dan menangkap pelaku sedang berkeliling di pasar tersebut,” kata Pandu, Jumat (26/2/2016).

Pihaknya, kata Pandu, masih terus melakukan pengembagan dari hasil penyelidikan keenam pelaku sindikat uang palsu tersebut. Pasalnya diduga sindikat tersebut masih ada kaitan dengan sindikan upal yang beroperasi di kawasan Jabodetabek.
Warson/e-media

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *