Puskesmas dan Dinkes Saling Tutupi Soal Pelaksanaan Uji Klinis

Ilustrasi.net

E-media, Bandung – Pertengahan Agustus 2020 ini, pemerintah akan melakukan uji klinis penyuntikan vaksin Covid-19. Pelaksanaannya, akan dilakukan di Kota Bandung.

Ada beberapa titik yang bakalan dijadikan lokasi pengujian. Diantaranya, di Rumah Sakit Pendidikan Unpad, Balai Kesehatan Unpad, Puskesmas Sukapakir, Puskesmas Dago, Puskesmas Ciumbuleuit, dan Puskesmas Garuda.

Suara mencoba mendatangi dua dari enam titik lokasi pengujian vaksin klinis covid-19, yakni Puskesmas Dago dan Puskesmas Garuda, Rabu (5/8/2020). Sayangnya hanya sedikit informasi yang di dapat. Bahkan suara tidak diperbolehkan untuk masuk ke dalam dua puskesmas tersebut.

Pantauan wartawan, di dua puskesmas tersebut, terlihat ada beberapa petugas yang menggunakan alat pelindung diri. Mereka berjaga mulai dari pintu luar hingga dengan pintu dalam masuk puskesmas. Beberapa orang juga terlihat lalu lalang, masuk ke dua puskesmas tersebut.

Suara pun mencoba menghubungi kepala Puskesmas Garuda. Saat dikonfirmasi, kepala puskesmas dr. Nitta Kurniati mengatakan, ia belum dapat memberikan keterangan soal pengujian vaksin. Pasalnya, pihaknya masih berkordinasi dengan pihak lainnya dalam pengujian tersebut.

“Kita masih dalam proses persiapan antara pihak RSHS dan kami, sehingga kami belum bisa memberikan jawaban yang pastinya,” kata Nitta saat dihubungi.

“Intinya, kami siap untuk menjadi salah satu tempat uji vaksin klinis yang artinya kami akan atur kegiatan uji vaksin agar tidak sampai mengganggu pelayanan,” singkat Nitta.

Sementara itu, suara juga coba menghubungi Kepala Puskemas Dago Wiwit Yuliawati. Namun hingga berita ini dinaikan, sambungan telepon dari suara, tidak terjawab.

Pihak puskesmas sebenarnya memang tidak dapat memberikan keterangan lebih soal uji vaksin ini. Hal itu diketahui, saat wartawan menghubungi pihak Dinkes Kota Bandung.

“Puskesmas tidak bisa memberikan statement. Harus ada izin dulu dari kepala dinas,” ucap Selya, staf humas Dinkes Kota Bandung, saat dihubungi terpisah.

Namun Kepala Dinas Kota Bandung pun Rita Verita, juga tidak memberikan jawaban saat suara mencoba konfirmasi soal pelaksanaan uji klinis ini.

Suara pun menghubungi Manajer Lapangan Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 Sinovac, Eddy Fadlyana. Saat dikonfirmasi, mengatakan kesiapan tim uji klinis vaksin, sudah pada tahap akhir.

“Besok kan ada acara simulasi sama Sinova-nya, ada pelatihan training juga, nah tanggal 11 Agustus nanti, mulai pemeriksaan awal kesehatan. Semuanya lima kali kunjungan. Nanti akan di swab dulu, dan baru hari Jumatnya penyuntikan,” kata Eddy.

Eddy mengatakan akan dilakukan penyuntikan sebanyak dua kali secara bertahap. Jangka waktu penyuntikannya, akan berselang waktu selama dua Minggu.

“Penyuntikan nya dua kali, selang waktunya dua Minggu,” kata dia.

Kepada seluruh relawan, Eddy mengatakan pihaknya akan melakukan pemantauan selama enam bulan kedepan. Jika didapati ada keluhan, pihaknya akan langsung menindak lanjuti.

“Kalau ada demam baru melaporkan, atau ada sakit. Mereka (relawan) juga tidak harus isolasi diri setelah penyuntikan vaksin,” kata dia.

Sejauh ini ucap Eddy, sudah ada 600 orang yang mendaftar menjadi relawan. Mereka yang mendaftar rata-rata berusia 30 sampai 40 tahun.

“Untuk relawan yang Forkompinda, kita masih data gubernur (Ridwan Kamil) dan rombongannya, yang masih di data,” katanya.

Pada pelaksanaannya, Eddy mengatakan pihaknya akan melakukan penyuntikan vaksin di salah satu ruangan khusus yang sudah di siapkan oleh setiap tempat uji vaksin.

“Pelaksanaannya juga di waktu jam senggang seperti jam 11 ada yang jam 1, jadi di waktu kosong saja,” ucap dia. (Bagja/e-media)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *