Puluhan Ton Beras Dibagikan Ikawarna Kepada Masyarakat Terdampak Covid-19

Pengurus Ikawarna (Ikatan Warga Singgasana) saat mendistribusikan beras kepada masyarakat di Gedung Serba Guna Komplek Singgasana Perdana, bilangan Cibaduyut Kota Bandung, Minggu (26/4/2020).  Foto: Bagja/e-media

E-media, Bandung – Untuk  membantu meringankan beban masyarakat karena dampak pandemi Covid-19, warga komplek Singgasana Perdana yang tergabung dalam Ikawarna, Ikatan Warga Singgasana bagikan puluhan ton beras.

Penyerahan bantuan dilakukan di Gedung Serba Guna Komplek Singgasana Perdana, bilangan Cibaduyut Kota Bandung, Minggu (26/4/2020). Beras berasal sumbangan warga perumahan elit kawasan Cibaduyut.

“Beras bantuan kami ini akan didistribusikan ke-9 RW di tiga kelurahan Kecamatan Bojongloa Kidul. Total, ada 20 ton,” jelas Ketua Ikawarna, Erlof Hasibuan, saat membagikan beras di Blok Pareman RW 4 Kelurahan Mekarwangi, Minggu (26/4/2020).

Ada dua RW yang mendapat bantuan di Kelurahan Mekarwangi. Selain itu, bantuan juga diberikan di empat RW di Kelurahan Cibaduyut Wetan dan tiga RW di Kelurahan Cibaduyut Raya.

“Total ada 1,944 orang di tiga kelurahan itu yang mendapat paket bantuan berupa beras,” kata Erlof.

Setelah membagikan ke Ketua RW masing-masing, para pengurus Ikawarna ini langsung turun mengawasi pendistribusian beras supaya tepat sasaran. Salah satunya di Blok Pareman itu, sebuah pemukiman padat penduduk di pinggiran perumahan elit di kawasan Cibaduyut. ‎

“Warga komplek disini udunan sekira 500 orang. Terkumpul uang. Tadinya bantuan mau dalam bentuk uang, tapi saran dari ketua RW masing-masing mending dalam bentuk sembako. Jadi uang yang terkumpul digunakan untuk beras, terkumpul 20 ton lebih,” ujarnya.

Menurut Erlof, beras tersebut dibagikan dalam dua termin. Satu termin akan dibagikan menjelang Idul Fitri. ‎Bantuan diberikan pada warga yang terdampak penanganan Covid 19. Bantuan yang diberikan berupa beras, masing-masing kepala keluarga mendapat 5 kg beras.

“Jadi yang menerima yang terdampak, sesuai dengan apa yang dikerjakan pemerintah. Jadi seleksi penerima bantuannya berdasarkan usulan dari setiap Ketua RW,” lanjut dia. ‎

Sementara Ketua RW Blok Pareman, Gugun Gunawan menambahkan, warganya yang menerima bantuan sebanyak 75 kepala keluarga.

“Ada 75 kepala keluarga yang menerima bantuan ini. 75 kepala keluarga ini yang belum mendapat bantuan dari pemerintah karena terdampak penanganan Covid 19,” kata Gugun.

Adapun mereka yang belum mendapat bantuan itu berasal dari kalangan pekerja informal dan usahanya mengalami pelambatan akibat penanganan wabah Covid 19.

“Jadi ‎di warga kami ini yang menerima bantuan beras dari kalangan pekerja informal. Buruh harian perajin sepatu hingga sopir angkot,” ujar Gugun.

Untuk data bantuan yang diajukan, kata dia, tercatat ada 200-an lebih penerima. Namun, tidak semua kebagian bantuan pemerintah.

“Untuk mencukupi yang tidak kebagian, saya distribusikan bantuan dari para donatur,” jelasnya. ‎(e-media/Abah Dolken)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *