Puluhan Juta Petasan Disita Polisi Indramayu

Kapolda Jabar, Irjen Pol. Agung Budi Maryoto didampingi Wakapolda Brigjen Pol. Supratman dan Kapolres Indramayu AKBP Pol. M Yoris M.Y. Marzuki saat melakukan ekspos kasus penyitaan puluhan juta buah petasan di Mapolda Jabar, Senin (31/12/2018) Foto: E-media/Abah Dolken

 

 

 

E-media, Bandung – Sebanyak dua puluh tiga juta buah petasan dan bahan untuk peledak yang dipersiapkan untuk bulan Ramadhan tahun depan disita polisi di daerah Indramayu.

Hal itu seperti disampaikan Kapolda Jabar, Irjen Pol. Agung Budi Maryoto didampingi Wakapolda Brigjen Pol. Supratman dan Kapolres Indramayu AKBP Pol. M Yoris M.Y. Marzuki, pada acara jumpa pers kepada media di Mapolda Jabar, Senin (31/12/2018).

Menurut Agung, jika dilihat jumlah petasan dan bahan untuk membuatnya sangat banyak, maka diyakini barang-barang ini juga akan digunakan memasuki bulan Ramadhan nanti.

“Kalau untuk tahun baru, sekarang sudah mau lewat, jadi petasan ini bisa jadi untuk lebaran nanti,” jelasnya.

Dijelaskan Agung, pengungkapan kasus ini merupakan hasil kerja keras tim gabungan dari Polda Jabar dan Polres Indramayu. Awalnya, petugas memperoleh informasi dari masyarakat terkait tempat pembuatan petasan oleh ketiga tersangka Ny. CSH (52), OYM (60) dan RSM yang berstatus DPO (daftar pencarian orang).

“Modus yang dilakukan para tersangka, adalah dengan cara mempekerjakan masyarakat untuk membuat petasan, hasilnya oleh para tersangka tampung untuk kemudian didistribusikan ke seluruh daerah di Indonesia,” kata jenderal lulusan Akpol 1987 itu.

Pihaknya, lanjut Agung, kini masih mengembangkan kasus tersebut, karena dari mana para tersangka memperoleh potasium dalam jumlah banyak, padahal harus ada izin.

Barang bukti petasan dan bahan-bahan pembuat petasan yang diangkut dengan 7 truk tersebut, dikatakan Agung, akan segera dimusnahkan oleh tim Brimob.

Para tersangka dijerat pasal 1 ayat (1) Undang-undang darurat RI No. 12 tahun 1951, dengan ancaman hukuman mati atau hukuman penjara seumur hukuman hidup, atau hukuman penjara sementara setinggi-tingginya dua puluh tahun.
(E-media/Abah Dolken)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *