Methanol Bukan Zat Yang Bahaya Di Miras Oplosan

E-Media, Bandung – Kasus keracunan massal akibat menenggak miras oplosan, menjadi sorotan belakangan ini. 82 orang tewas akibat minuman keras oplosan, jumlah tersebut 58 orang dari Jawa Barat yakni dari Kabupaten Bandung dan Sukabumi.

Beberapa hari kemudian di Jawa Timur tujuh orang meninggal karena minum miras oplosan. Angka kematian akibat miras oplosan tinggi dan dari data yang ada angkanya lebih dari 50 persen.

“Minuman oplosan banyak beredar di masyarakat, mudah didapat dan harganya relatif lebih murah dibandingkan minuman keras bukan oplosan, sehingga terjangkau oleh kebanyakan orang Remaja minum minuman keras biasanya untuk coba-coba dan rasa ingin tahu atau terbawa oleh teman atau ingin dianggap dewasa,” dari rilis yang di terima e-media, dalam acara Master Class Up date on Methanol Poisoning yang di gelar Tim Pembina Kesehatan Jiwa Masyarakat (TKJM) Jawa Barat bersama Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) Cabang Bandung beserta Departemen Psikiatri FK UNPAD dan RS Melinda 2 Bandung, di Rumah Sakit Melinda 2, Jalan Pajajaran, Bandung, Sabtu (28/4/2018).

Selain karena mudah di dapat dan harga relatif murah, faktor kultur dan budaya juga ikut berperan seperti kebiasaan minum minuman keras atau ada orang tua dan keluarga yang juga minum minuman keras.

Miras Oplosan dikonsumsi untuk mendapatkan peragaan gembira dan menyenangkan (hura-hura), namun didalam minuman miras oplosan tersebut selain mengandung etanol juga methanol (CH3 OH).

Sebenarnya, perlu diketahui methanolnya sendiri tidak berbahaya, tetapi bila masuk ke dalam tubuh akan dirubah menjadi formid acid yang menyebabkan asidosis. Keadaan asidosis tersebut itulah yang sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kecacatan seperti kebutaan sampai kematian

“Metanol tidak racun, di minum masuk ke tubuh, metanol itu di ubah menjadi asam format. Ini yang bahaya, ini yang bikin cacat bikin mati. Jadi kita harus memblok, perubahan tadi dari metanol ke asam format,” ungkap Dr Teddy Hidayat SpKJ Ahli Kedokteran Jiwa Unpad, yang juga sebagai penyelenggara acara, saat di wawancarai di sela acara. (e-media/Yudis)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *