Masih Tinggi, Potensi Aksi Terorisme di Indonesia

teroris

POTENSI aksi terorisme serta gerakan radikal yang dapat mengganggu stabilitas kamtibmas di Indonesia masih cukup tinggi. Karena itu, masyarakat diharapkan selalu waspada terhadap aksi terorisme dan gerakan radikal tersebut.

“Potensi terorisme dan gerakan radikal di Indonesia masih cukup besar. Namun secara grafik aktivitasnya menurun, karena memang sudah banyak kita melakukan penangkapan serta sebagian yang sudah sadar,” kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen (Pol) Saud Usman Nasution kepada wartawan, usai penutupan latihan gabungan penanggulangan kondisi kritis IV Badan Nasional Penanggulangan Terorisme 2014, di Markas Korps Paskhas TNI AU Lanud Sulaiman, kab. Bandung Rabu (10/12/2014).

Saud juga menambahkan meski selama ini terus dilakukan upaya pencegahan dan penangkapan, namun semua pihak diminta untuk selalu waspada. Karena masih ada beberapa kelompok radikal yang berpotensi menjadi teroris berkeliaran di masyarakat, seperti salah satunya kelompok ISIS.

“Penyebaran pahamnya kini sering menggunakan dunia maya. Ancaman terorisme dan gerakan radikal tidak akan selesai selama tujuan meraka belum tercapai,” jelasnya.

Sementara itu pada kesempatan yang sama, Wakapolda Jabar, Brigjen (Pol) Mochammad Taufik menambahkan, potensi terorisme di Jabar memang masih ada. Namun dia enggan menyebutkan titik lokasinya. Dia berkilah, semua daerah memiliki potensi dan ancaman yang sama.

“Karena semua tempat potensi dan ancamannya sama, bukan hanya di Kabupaten Bandung ataupun daerah lainnya di Jabar. Yang penting bagaimana kita semua pihak mengantisipasinya. Antisipasi kegiatan teroris ini harus dilakukan bersama-sama oleh semua pihak,” ujarnya.

Aam Permana S dari Bandung melaporkan untuk e-media//

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *