Korban Penganiayaan Di Cirebon, Laporkan Wakapolsek Gebang dan Kanit Jatanras ke Propam Polda Jabar

Jumena korban pengeroyokan didampingi kuasa hukumnya laporkan wakapoksek Gebang dan Kanit I Jatanras Polres Cirebon ke Propam Polda Jabar
Jumena (53) korban pengeroyokan didampingi kuasa hukumnya laporkan wakapoksek Gebang dan Kanit I Jatanras Polres Cirebon ke Propam Polda Jabar.

 

E-media, Bandung – Dianggap tidak melindungi dan melayani korban , Wakapoksek Gebang dan Kanit I Jatanras Sat Reskrim Polres Cirebon dilaporkan warga korban penganiayaan dan penyekapan ke Bid Propam Polda Jabar.

Jumena (53), warga Desa Melakasari, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, didampingi penasehat hukumnya dari Ebeneser Damanik & rekan yang ditemui seusai membuat laporan ke Mapolda Jabar jalan Seokarno Hatta Bandung, Denim (15/1/2018) mengatakan, kedatangannya untuk melaporkan Wakapolsek Gebang Ipda Tujikan dan Kanit I Jatanras Sat Reskrim Polres Cirebon, Iptu Moch. Riffianto.

Dalam surat tanda penerimaan laporan, kedua anggota Polri di jajaran Polres Cirebon tersebut dilaporkan karena melanggar pasal 4(a) PPRI no.2 tahun 2003 tentang peraturan disiplin anggota Polri, pasal 7 ayat 1 huruf (b) Perkapalan no. 14 tentang kode etik profesi Polri.

Berawal dari kasus pengeroyokan dan penyekapan oleh beberapa orang di rumah Kades Melakasari, pada hari Selasa (31/10/2017) yang dialami Jumena. Aksi penganiayaan menurut Jumena, disaksikan secara langsung oleh Wakapolsek Gebang Ipda Tujikan dan anggota Babinsa, namun kedua aparat itu tidak berbuat apa-apa.

Kasus tersebut sudah dilaporkan ke Polres Cirebon, hari Rabu (1/11/2017). Hanya saja, kata Jumena sikap dari Kanit I Jatanras Sat Reskrim Polres Cirebon, Iptu Moch. Riffianto terkesan ingin menutup kasus yang dialami korban. Kanit Jatanras menuduh korban membuat laporan palsu, karena kejadian pengeroyokan tidak pernah terjadi.

“Menurut kanit Jatanras saya akan dilapor balik karena buat laporan tidak benar. Tapi setelah dia menelpon wakapolri Gebang diload spiker, dan wakapoksek membenarkan dia ada di lokasi kejadian, kanit agak melemah,” tutur Jumena.

Sejak dibuatnya laporan, lanjut Jumena, tidak ada tindak lanjut yang dilakukan penyidik. Pelaku yang berjumlah sekitar 20 orang, tidak satu pun ditangkap atau dipanggil, kasus terkesan berjalan di tempat.

Jumena berharap Polda Jabar melalui bidang Propam, akan menindak lanjuti laporanya. “Saya korban, ketika kejadian saya mengalami luka parah di sekujur tubuh akibat penganiayaan. Bahkan akibat penganiayaan itu saya mengalami cacat seperti di tangan dan kepala, yang harus segera dilakukan operasi,” jelasnya.  (e-media/Abah)

 

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *