Enam Point Penyebab Kematian Miras Oplosan

E-Media, Bandung – Tim Pembina Kesehatan Jiwa Masyarakat (TKJM) Jawa Barat bersama Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) Cabang Bandung beserta Departemen Psikiatri FK UNPAD dan RS Melinda 2, menggelar Master Class Up date on Methanol Poisoning.

Acara tersebut di inisiasi, terkait maraknya orang tewas akibat menenggak miras oplosan.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dokter dan tenaga kesehatan lainnya dalam hal penegakan diagnosis dan pengobatan keracunan methanol.

Materi yang dibahas mulai dari, mengapa orang meminum minuman keras aspek farmakologi methanol, keluhan dan gejala, penatalaksanaan emergensi keracunan methanol dan penatalaksanaan setelah masa emergensi.

“Permasalahannya kalau dokter dilayanan kesehatan tidak bisa menangani dengan segera seperti ini, angka kematian ini akan terus meningkat, kasusnya tiap tahun ada, tidak pernah berhenti,” ujar Shelly Iskandar TB-HIV Research center FK Unpad, saat di temui di sela acara yang di gelar di RS Melinda 2, Jalan Pajajaran, Bandung, Sabtu (28/4/2018).

Dalam acara tersebut, di paparkan, setidaknya ada enam point yang menyebabkan kematian akibat minuman keras oplosan, yang diantaranya pertama ada waktu yang lama yaitu sejak mulai minum miras oplosan sampai timbul gejala ( 12 sampai 24 jam), kedua, korban sering terlambat mendapatkan pertolongan medik, bila datang sudah dalam keadaan penurunan kesadaran biasanya mempunyai prognosa yang buruk.

Ketiga penegakkan diagnosa keracunan miras oplosan tidak mudah karena keluhan dan gejala yang ditampilkan bervariasi dan dapat meniru berbagai gangguan lain, keempat pengalaman klinik tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan baik di PPKI atau Puskesmas dan PPK 2 atau RSU D dalam hal penanganan keracunan miras oplosan masih kurang. Kemudian kelima saat diagnostik dan pilihan terapi di fasilitas kesehatan terapi terbatas.

Dan terakhir, toksisita, morbiditas dan mortalitas miras oplosan sangat tinggi. Penatalaksanaan awal yang cepat dan tepat merupakan kunci keberhasilan dalam menyelamatkan korban dari kematian. (e-media/Yudis)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *