85 ‘Preman’ Digelandang Ke Mapolda Jabar

Sedikitnya 85 pria yang diduga preman digelandang ke Mapolda Jabar, dalam razia penyakit masyarakat yang digelar gabungan aparat kepolisian, Dinas Sosial dan Pomdam III Siliwangi dan instansi terkait lainnya, di wilayah Kota Bandung, Selasa (23/8/2016).

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Yusri Yunus menjelaskan, dalam razia yang terbagi di tiga wilayah yaitu Tengah, Barat dan Timur di Kota Bandung, tim gabungan berhasil mengamankan 86 orang yang diduga sebagai premanisme.

Menurut Aci sapaan Yusri, Tim Polda Jabar, Satpol PP, Polisi Militer beserta Linmas disebar ketiga wilayah razia di barat, timur dan tengah kota Bandung.

“Kita sebar anggota gabungan ini, dari Polda kita terjunkan Sabhara, Intel, Reserse. Dibantu jajaran Satpol PP Kota Bandung, Denpom Siliwangi beserta Linmas dari tiap kecamatan di Kota Bandung,” jelasnya.

Usai dirazia, 86 pemuda yang terjaring ini dikumpulkan di halaman belakang Mapolda Jabar, untuk dilakukan pendataan.

“Kegiatan ini tidak ada kaitan dengan kasus penusukan kemarin sore (korban guru Tatang -red). Ini murni perintah Kapolri untuk meningkatkan Kamtibmas, serta perintah Kapolda menjelang PON Jabar yang akan berlangsung beberapa hari kedepan,” tandas Aci.

Masih dikatakan Aci, pihaknya sudah mengantongi data dan memetakan preman yang akan diburu nanti. Hal itu, berdasarkan perkiraan intelejen yang sudah dilakukan sebelumnya.‬

“Dari hasil itu, kami gunakan razia mereka. Intel kami turun duluan, bukan berarti kami langsung turun. Tim memetakan dan setelah itu, ada tim penjemput untuk mengambil mereka. Jadi tahu bentuknya mana yang preman mana yang bukan,” tegasnya.

Polda Jabar sendiri, akan menggelar kegiatan razia ini setiap hari selama 24 jam.
“Razia ini, akan digelar selama 24 jam penuh setiap harinya. Dengan melibatkan 200 personel gabungan,” kata Aci.
Firman/e-media

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *